Hukum Rimba di Jaman Modern

0 comment(s)
Sama seperti hukum rimba yang jadi judul postingan saya ini, seringkali dalam dunia manusia, berlaku pula hukum yang sama. Yang kaya yang berkuasa. Karena yang terjadi di dunia sesungguhnya memang seperti itu.

Saya ingin menekankan bahwa orang kaya memiliki jauh lebih banyak kontrol daripada orang menengah dan miskin. Mungkin kita sering berucap: Orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Itu bukan kalimat yang salah. Apa yang membuat orang kaya semakin kaya adalah karena mereka mempunyai modal berlebihan untuk berada dalam investasi dengan resiko lebih tinggi. Jadi orang kaya memilih untuk mengambil resiko lebih tinggi, sedangkan orang miskin seperti berada di dalam sangkar jelek. Orang miskin semakin miskin berinvestasi dengan 2 cara:
  1. Membatasi diri dengan tidak mengambil resiko dan hidup aman2 saja (aman menurut versi dia sendiri)
  2. Membuka diri untuk lebih banyak resiko tetapi tidak punya modal yang cukup untuk bisa bertahan di investasi high risk (kegagalan investasi pertama sudah membuat ia tersingkir dari medan tempur)

Selain itu, memang dunia ini adalah konspirasi. Seperti sebuah sandiwara. Orang2 maha kaya dan berkuasa mengendalikan semua dari balik layar, sedangkan orang kaya, orang miskin, dan menengah adalah pemain atau korban sandiwaranya. Ini bisa kita lihat dari peraturan2 pemerintah yang selalu dibentuk untuk kepentingan orang kaya. Perhatikan berapa perbandingan peraturan yang melindungi orang miskin, dan berapa peraturan yang melindungi orang kaya. Saya curiga rasanya merekalah yang membuat peraturan itu untuk diri mereka sendiri. Dan memang seperti itu kenyataannya.

Saya tidak sewot kepada orang kaya. Bukankah target kita semua adalah menjadi kaya? Jadi bagaimana kita bisa kaya kalau peraturan itu hanya menguntungkan orang kaya? Jawabannya adalah kita memposisikan diri sebagai pihak yang diuntungkan oleh peraturan itu.

Jangan salah.

Mengikuti peraturan itu bukan dari sisi orang miskin yang dirugikan. Kita harus membuat bagaimana caranya kita berada di sisi yang menguntungkan. Saya pikir kita semua dibekali dengan otak yang luar biasa, jadi menurut saya masing2 kita sudah mempunyai modal hebat yaitu otak. Bagusnya lagi, otak itu gratis.

Hanya dengan berada di sisi yang diuntungkan, kita bisa meraih kekayaan super besar. Karena tidak mungkin kita bisa mengubah peraturan itu, sekalipun Anda presiden, coba saja ubah peraturan itu, lihat saja tidak sampai satu tahun, Anda akan diminta turun dari jabatan kepresidenan.

Sebenarnya saya miris memperhatikan kondisi orang miskin di negara kita ini. Bukan keadaan hidupnya. Kalau keadaan hidup dari dulu sudah susah begitu kan? Maksud saya, mereka selalu ingin diuntungkan tetapi kukuh dengan keegoisan. Harusnya mereka mencari akal untuk menjadikan diri mereka yang diuntungkan dari peraturan2 itu, tanpa mengubah peraturannya. Tapi apa yang mereka lakukan? Mereka mendirikan asosiasi dan perlindungan buruh dan perkumpulan orang miskin lain, kemudian bersama2 dengan kekuatan jaringan ingin mengubah kebijakan pemerintah agar menguntungkan mereka.

Percaya atau tidak, pemerintah tidak akan bergeming dengan teriakan masal seperti itu.

Jika disini yang membaca adalah orang yang saya maksudkan di atas, saya tidak sedang menghina Anda, hanya mengkritik agar Anda bisa lebih maju. Tujuan hidup saya adalah memberdayakan orang2 tertindas, termasuk orang miskin. Saya ingin mengingatkan bahwa demonstrasi tidak bisa mengubah apapun, terutama kebijakan ekonomi. Ekonomi selalu dikuasai oleh kaum bangsawan yang mensupport pemerintah. Bagaimana bisa serikat buruh yang tidak berkontribusi apa2 ke pemerintah mempengaruhi pemerintah agar mengubah kebijakan, sedangkan kaum bangsawan banyak berkontribusi terutama dalam bentuk uang pada pemerintah???

Intinya, kita tidak bisa mengubah kebijakan yang sudah ada. Daripada kita membuang waktu untuk menentang, memprotes, atau berusaha mengubah peraturan itu, sebaiknya kita mulai berpikir bagaimana agar kita bisa diuntungkan dari berlakunya peraturan itu.

Salam sukses

Kayaknya saya bukan trader yang hebat

0 comment(s)
Teman2, postingan ini akan berisi tentang curhatan saya tentang beberapa hari belakangan ini.

Jadi seperti yang saya ceritakan di depan, saya berinvestasi di saham. Saya punya strategi2 yang bagus untuk swinger (investor jangka menengah) dan saya telah menjalankan strategi itu dengan cukup rapi. Tetapi harus diakui, saya lalai. Saya ingin mengetahui apa saya cocok menjadi day trader. Jadi dalam beberapa hari bursa yang lalu, saya mulai mencari saham2 yang aktif dan naik turun dengan cepat. Hari pertama saya untung. Hari kedua saya untung. Hari ketiga, saya buntung! Saya tidak memperhatikan besarnya frekuensi yang sudah terjadi sehingga pada saat saya masuk, bandar sudah akan meninggalkan pasar. Alhasil, saham itu saya tutup di angka yang membuat sakit perut. Jadi malam ini saya merenung. Saya kayaknya gak cocok jadi day trader. Mungkin saya cocok jadi investor jangka panjang saja.

Nah, mungkin dari kita ada yang bingung dalam investasi saham cocoknya menjadi investor atau trader. Anda bisa mencoba keduanya. Lihat saja hasilnya. Bila Anda tidak kuat dengan hasil sedikit atau malah merugi, ditambah lagi day trader harus punya jantung yang bagus. Sebaiknya Anda beralih ke investor swinger atau jangka panjang sekalian. Bila jantung Anda kuat dan suka tantangan, day trading adalah pilihan yang baik. Perhatikan hasilnya. Meskipun Anda suka day trading tapi kalau tidak untung ya buat apa dijalani? Justru kita ini investasi di saham untuk mendapat untung kan?

Singkat saja pesan saya, saham juga hanya alat untuk mencapai tujuan kita. Tidak perlu jatuh cinta pada saham. Hanya gunakan untuk mencapai tujuan.

Salam sukses. Trims sudah mau membaca curhatan saya.

4 Tipe Kepribadian Manusia

1 comment(s)
Kepribadian dimiliki oleh setiap orang. Menurut saya, kepribadian adalah karakteristik kita dalam memberikan output/tanggapan terhadap input/rangsangan yang masuk. Kita semua menanggapi satu hal dengan cara yang berbeda, tergantung sudut pandang masing2 orang, tergantung kepribadian masing2 orang. Di postingan ini saya hanya mengutip ilmu orang lain yang saya pelajari, kebanyakan dari buku Personality Plus yang terkenal itu.

Jadi pada dasarnya, manusia digolongkan ke dalam 4 tipe kepribadian yang berbeda.
  1. Sanguinis
  2. Koleris
  3. Melankolis
  4. Pregmatis
Nah, kita akan bahas kepribadian ini satu per satu.

Untuk Sanguinis, orang tipe ini adalah orang yang euforia dalam bersosialisasi. Ia sangat senang berkumpul dengan banyak orang dan orang2 pun banyak yang menyenanginya. Orang sanguinis sangat mengedepankan rasa setia kawan. Ia akan melakukan apapun untuk membela teman2nya, sehingga banyak orang menyenanginya. Bila dalam suatu pertemuan, orang sanguinis adalah yang paling menonjol. Ia paling ramai sendiri di pojok sana dan membuat lelucon dimana semua orang memperhatikannya. Ia senang menjadi pusat perhatian dan ia membuat banyak sahabat.

Kelemahannya adalah orang sanguinis ini pelupa dan sembrono. Ia tidak bisa rapi dan terstruktur. Jangan memberikan tanggung jawab besar kepada orang sanguinis karena apa yang dikerjakan kebanyakan tidak maksimal. Ia bermulut besar, dan sering dicap banyak omong. Jika Anda ingin memutuskan hubungan dengan seorang sanguinis, coba untuk tidak memperhatikannya saat ia bicara dengan Anda. Dijamin ia bakal sakit hati. Tetapi alasan kita bergaul dengan orang sanguinis adalah ia mempunyai koneksi yang banyak sekali. Mungkin ada beberapa orang sanguinis yang mengatakan koneksi adalah segalanya. Menurut saya tidak begitu, koneksi yang bagus selama kita tidak berintegritas adalah buang2 waktu.


Kepribadian no-2. Koleris. Orang koleris adalah orang dengan tangan besi. Beberapa mengatakan mental pemimpin. Ia bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, ia sangat keras terhadap anak buah dan kemauannya sendiri. Jadi orang koleris memerintah orang dan mengambil tindakan. Menurut saya orang koleris ini cocok diberikan jabatan manajer. Berikan kepada mereka tugas apa saja, dan tugas itu akan selesai dengan baik dan cepat.

Kelemahan orang koleris adalah mereka terlalu memaksakan kehendak pada orang lain. Ini membuat orang lain sakit hati. Ia tidak membutuhkan siapapun untuk memberinya pertimbangan kalau mengambil keputusan. Semua keputusan bergantung pada keputusannya dan semua orang lain harus tunduk padanya. Itu prinsipnya. Kebalikan dengan orang sanguinis, koleris memiliki sahabat lebih sedikit daripada orang koleris. Mungkin karena ia selalu mendominasi arena tempur dan tidak membiarkan orang lain maju mendahuluinya. Menurut saya koleris adalah orang yang susah dijadikan rekan bisnis. Bisa2 ia mendominasi pengambilan keputusan.


Kepribadian no-3. Melankolis. Melankolis adalah orang yang sepi. Penyendiri dan introvert, sehingga tidak banyak punya sahabat. Dibalik itu, melankolis adalah seorang pemikir dan analis yang hebat. Ia tidak suka menjadi tontonan atau pusat perhatian. Ia ingin mengerjakan semua di belakang layar. Jika kita menyuruh melankolis mengerjakan tugas, tugas itu akan selesai dengan baik++ tetapi dalam jangka waktu yang lebih lama ketimbang koleris. Melankolis sangat perfeksionis. Ia mengerjakan segala sesuatu dengan teliti dan rapi. Ia terstruktur, dan sangat sistematis. Prinsipnya adalah perlahan tapi pasti.

Kelemahan melankolis adalah hatinya. Karena ia penyendiri jadi tidak punya banyak teman. Ia suka berpikir terlalu banyak dan membuat dirinya stres sendiri. Ia pemurung, minder, dan susah untuk merasakan kebahagiaan dunia. Menurut saya, kelemahan melankolis hanya berdampak pada dirinya sendiri, tidak banyak hubungannya dengan orang lain. Jadi kerugian menjadi orang melankolis adalah rugi pikiran dan rugi waktu.


Kepribadian no-4. Pregmatis. Pregmatis adalah orang yang santai dan pecinta damai. Ia tidak ingin hal2 yang menantang. Impiannya adalah selalu standar saja. Lurus2 saja. Orang pregmatis adalah pendengar yang baik. Ia bisa mendengarkan kita bercerita berjam2 lamanya. Pregmatis memiliki banyak teman daripada melankolis. Apabila kita mempunyai orang pregmatis dalam sistem bisnis kita, tempatkan dia ke bagian customer care atau penjualan, dijamin ia akan membawa efek positif ke perusahaan kita.

Kelemahan orang pregmatis adalah kepalanya. Kepalanya sekeras batu. Meski ia mendengarkan orang lain dan mengangguk2 bila diminta pendapat atau persetujuan, ia tidak pernah melakukan sesuai petunjuk itu. Ia lakukan sesuai prinsipnya sendiri. Tenang saja, prinsipnya tidak membahayakan kita, karena prinsipnya hanya standar dan aman2 saja. Menurut saya orang pregmatis terlihat seperti orang yang standar di tengah masyarakat yang beragam. Pecinta damai. Tidak suka resiko. Itulah dia.



Mungkin beberapa dari kita ada yang bertanya, mana yang bagus? Jawaban saya tidak ada. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan sangat jarang seseorang itu memiliki kepribadian murni 1 tipe. Kebanyakan kita adalah campuran dari berbagai macam tipe kepribadian itu. Kepribadian kita terbentuk mulai kita bayi, dan mendapatkan perlakuan, lingkungan, dan pergaulan selama ini.

Mungkin ini terdengar klise, tetapi saya percaya bahwa dalam setiap orang ada bibit2 kepribadian yang berbeda2 sewaktu kita dalam kandungan ibu kita. Jadi misalnya ada 2 orang kembar yang lahir dari ibu yang sama, tumbuh bersama, lingkungan sama, perlakuan sama, tetapi setelah ia beranjak dewasa dan kepribadiannya mulai stabil, anak yang satu menjadi koleris, dan yang satunya menjadi melankolis. Jadi sebenarnya kepribadian kita itu sudah ada bibitnya dari sana sedangkan faktor2 lain yang saya sebutkan di atas itu menjadi pemicu saja untuk mempertajam kepribadian kita masing2.


Sekarang apakah Anda sudah bisa mengenali diri Anda sendiri masuk kategori yang mana? Saya akan berikan saran menurut pendapat saya pribadi.
1. Sanguinis. Sebaiknya Anda menyadari posisi Anda dan kemampuan Anda sendiri. Jangan terlalu berlebihan dalam bercanda. Untuk berkembang, dunia ini butuh orang yang serius, kecuali Anda memang ingin menjadi pelawak papan atas. Dalam beberapa hal penting, ingat saja tanggung jawab Anda. Jangan terlena dengan relasi2 Anda yang banyak. Mungkin mereka senang dengan lelucon Anda, tetapi untuk bisnis, mungkin mereka tidak memilih Anda karena menganggap Anda kurang serius. Seriuslah dalam hal2 yang penting.
2. Koleris. Saya tahu Anda mempunyai ide yang bagus dan brilian. Dalam skala kecil, Anda masih bisa mengerjakannya sendiri. Tetapi jika Anda ingin tumbuh besar, Anda harus belajar membuat tim yang baik. Tim yang baik tidak akan terbentuk bila Anda memarahi dan menyuruh mereka layaknya anjing pelacak. Anda harus mulai berkomunikasi dan mendengarkan orang lain. Jika Anda pemimpinnya, terangkan saja benefit dari keputusan Anda. Anda juga harus membuka pikiran Anda. Siapa tahu orang lain dengan ide lain bisa Anda kombinasikan dengan ide2 Anda sehingga ide itu menjadi semakin matang kan? Siapa tahu.
3. Melankolis. Anda tidak perlu terlalu tertekan, tidak usah menyesali apa yang sudah terjadi dalam hidup Anda. Anda dibekali dengan kemampuan berpikir yang bagus. Justru dengan itu Anda bisa menjadi lebih maju dari orang lain. Dunia membutuhkan orang berprinsip dan perfeksionis seperti Anda. Dan tentunya itu hanya akan terjadi bila Anda berhenti meratapi diri Anda sendiri, dan memulai mengembangkan diri Anda. Karya2 terbaik dunia dihasilkan oleh orang2 melankolis. Sesudah mereka berhenti menangis dan mulai bekerja.
4. Pregmatis. Hidup ini tidak ada yang seperti jalan tol. Kebanyakan Anda justru berada dalam jalan setapak. Penuh batu dan semak duri. Saya tahu kehidupan nyaman dan bahagia dan damai2 saja itu impian yang baik. Bahkan semua orang dengan tipe kepribadian lain pun menginginkan impian semacam itu. Tetapi bagaimana bila Anda usahakan untuk memperoleh modal untuk membuat hidup Anda aman dan damai dulu, baru kemudian impian Anda bisa tercapai. Maksud saya, Anda tidak bisa aman dan damai sekarang. Anda harus usahakan untuk mencarinya dulu, baru Anda bisa aman dan damai. Tidak ada makan siang gratis.
Copyright © Good to Great